Kamis, 03 Juni 2010

Burung Parkit: Budidaya burung parkit

Budidaya burung parkit tidaklah terlalu susah. Asalkan mengetahui tahapan-tahapan berikut maka tingkat keberhasilannya semakin tinggi. Umumnya karena cara pembudidayaan selakukan secara apa adanya sehingga hasilnya kurang memuaskan.

Yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan budidaya adalah sebagai berikut:
  1. Perencanaan kualitas atau kuantitas hasil produksi burung parkit. Bila yang ditarget adalah kualitas maka perjodohan perlu seleksi khusus dari peternak burung parkit. Karena untuk mendapatkan pasangan burung parkit yang sudah serasi ini gampang-gampang susah. Biasanya mereka pilih-pilih pasangan. Nah kalau kita yang memilihkan disinilah dituntut kesabaran. Kadang yang kita pasangkan tidak mau akur. Bila yang ditarget adalah kuantitas maka itu bisa diabaikan dengan cara membiarkan parkit memilih pasangannya sendiri di kandang perjodohan masal.
  2. Perhatikan umur parkit yang akan diternakan. Umur parkit yang sudah matang kelamin sekitar 90 hari. Jadi pemilihan umur parkit usia produktif sangat menentukan juga bagi keberhasilan budidaya burung parkit ini.
  3. Seleksi sexing (penentuan jenis kelamin parkit). Pernah ada seorang yang menjodohkan parkit yang disangka satu pasangan (jantan dan betina) karena beli di pasar burung dan pesan ke pedagang burung parkit "beli satu pasang". Tetapi ternyata hingga sekian lama tidak menunjukan pasangan parkit tersebut berjodoh, apalagi bertelur atau berkembang biak. Usut punya usut ternyata pasangan parkit yang dibelinya sama-sama jantan. Sepintas burung parkit dari postur antara jantan dan betina hampir sama. Tetapi yang bisa membedakan jelas bila parkit sudah dewasa adalah warna kebiruan pada tonjolan hidung burung parkit jantan. sedang betina cenderung berwarna semu putih.
  4. Ukuran kandang harus disesuaikan dengan populasi pasangan parkit bila di lakukan secara penangkaran masal. Kelebihan sistim ini adalah biaya kandang jauh lebih murah dan praktis. Sedangkan kelemahannya adalah apabila salah satu burung sakit maka akan mudah menular kepada parkit yang lain. Sehingga terjadi kematian masal.
  5. Pemilihan jenis pakan juga harus diperhatikan. Usahakan beli pakan yang benar-benar 'berisi'. Ada kalanya di penjual pakan menjual stok dagangan yang terlalu lama sehingga banyak isi bijian tersebut kosong/kopong. Jadi pilih biji-bijian yang berbobot agar bisa memberi nutrisi yang cukup untuk burung parkit. Extra fooding berupa kecamba ,jagung muda ataupun sayuran juga bisa diberikan.
  6. Grid/Asinan atau batuan meniral juga perlu disediakan untuk membantu pencernaan burung parkit. Asinan bisa di dapat dari tumbukan batu bata merah, genteng ataupun kulit sotong.
  7. Kesehatan burung parkit juga akan berpengaruh pada perkembangbiakan.
  8. Jangan lupa kebersihan kadang/sangkar tidak kalah penting.
Yang jelas budidaya parkit bukan sekedar hobby atau hiburan, tapi juga bisa menambah penghasilan. Konon mantan presiden Soeharto juga pernah budidaya jenis burung ini untuk menambah penghasilan keluarganya.

11 komentar:

jasellacell mengatakan...

gan tolong postingin skema kotak tmpat bertelorna dong,,,thx b4

Bryant mengatakan...

Kotak bertelur untuk parkit umumnya terbuat dari kayu randu disamping murah dan ringan. Ukuran L15 x P15 x T25 cm. Pintu keluar masuk parkit dibuat lubang diameter 5 cm dan dari samping atau belakang diberi pintu pemeriksaan (tergantung kebutuhan).....soal gambar/skema sabar yaa...

riefgold mengatakan...

bang brapa lama proses perjodohan?dan ciri ciri sudah berjodoh seperti apa?

didikexpression mengatakan...

Wah thanks infonya mas Bryant.....saya juga mau mulai usaha ini....

Bryant mengatakan...

Untuk Riefgold proses perjodohan tergantung karakter dan background si parkit itu sendiri. Kalo ciri kelihatan dari tampak akur ato sering nempel satu sama lainnya dan saling suap (tapi pastikan benar jantan dan betinanya). perlu diingat kadang ada perilaku parkit sesama jantan juga melakukan hal yang sama...

Bryant mengatakan...

Untuk didikexpression selamat berbisnis ya..semoga sukses selalu...

athaya shafiyya mengatakan...

gan kalau parkit itu bikin manusia jadi kena penyakit asma ga sihh tolong d bales ...

renaldiwidodo mengatakan...

gan emang kalo parkit gak sejodoh gak bisa bertelur yaaa?????

Edi mengatakan...

Gan mohon dishare kalau ada info di daerah Pekalongan ada gak penyedia bibit burung parkit dan pembeli burung parkit (hasil ternak) dalam jumlah besar. Thanks sebelumnya Gan

agus mengatakan...

klo ane jualnya indukan kenari... barangkali ada yang pengen ternak burung kenari.....
ane di pekalongan....085713511369

Kuntadi Prihatmana, S.T. mengatakan...

Gan kalau menjodohkan parkit itu pengaruh warna tidak ya? Ane py parkit semua warna hanya susah banget jodohin biru-hijau, putih-hijau, biru- kuning. Tlg pencerahanya gan? Py ane yang berjodoh rata2 sesama warna atau biru-putih, kuning-hijau.

Poskan Komentar